Kampoeng Hiratage Kajoetangan Malang, Sejarah & Wisata

29 Mar 2026 · 2 min read

Setelah dari Malang Skyland melanjutkan ke tempat wisata selanjutnya yang mana ini juga viral di media sosial, yaitu Kampoeng Hiratage Kajoetangan Malang dimana lokasi berada ditengah kota tidak jauh dari Alun - alun kota Malang ini. Kampoeng Hiratage Kajoetangan Malang Kampoeng Haritage Kajoetangan ini merupakan salah satu desa di Malang yang dijadikan tempat wisata dimana menurut informasi yang saya dapat bahwa tempat tersebut banyak sekali peninggalan belanda sekitar abad ke 13 dan masih bagus sampai saat imi. Kampoeng Hiratage Kajoetangan Malang Cukup membayar 5.000 rupiah kalian sudah bisa keliling di Kampoeng Kajoetangan Malang ini sepuasnya di tambah lagi kalian akan mendapatkan popcast dari membayar tiket tersebut untuk kenang - kenangan, dan untuk parkir sepeda motor nya kalian cuma bayar 4.000 saja. Kampoeng Hiratage Kajoetangan Malang Disetiap sudut gang dari Kampoeng Kajoetangan Malang ini banyak sekali spot foto menarik yang bisa kalian buat swafoto ditambah lagi suasana di malang yang sejuk menambah ke Aestektikan dikampung tersebut. Kampoeng Hiratage Kajoetangan Malang Apapbila kalian lapar banyak sekali pedagang atau caffe di dalam kampoeng kajoetangan ini jadi jangan takut apabila kelaparan disana, harga makanan atau minuman disana juga ramah dikantong. Kampoeng Hiratage Kajoetangan Malang Karena berkunjung saat momen masih lebaran jadi di Kampoeng Hiratage Kajoetangan ini sangatlah ramai, ditambah lagi tiket masuknya pun terbilang murah.

Sejarah Kampoeng Kajoetangan

Kajoetangan Kampoeng terletak di Desa Kauman, Kota Malang. Pada masa penjajahan Belanda, nama Kayutangan diabadikan sebagai nama sebuah jalan, “Kajoetanganstraat.” Ada empat teori mengenai asal-usul nama Kayutangan.

Teori pertama adalah bahwa sebelum 1914, ada sebuah tanda lalu lintas kayu berbentuk tangan yang terletak di timur persimpangan Jalan Oro-Oro Dowo (sekarang Jalan B.S. Riadi) dan Jalan Kayutangan (sekarang Jalan Basuki Rahmat). Karena tanda tersebut terbuat dari kayu dan berbentuk tangan, jalan menuju Alun-Alun Kota Malang saat itu dinamakan Kayutangan.

Kajoetangan Kampoeng adalah salah satu lingkungan tertua yang telah berubah menjadi destinasi wisata di pusat Kota Malang. Kampung wisata tematik ini, yang diresmikan oleh Pemerintah Kota Malang pada 22 April 2018, berbasis budaya dan menawarkan keaslian kampoeng bersama peninggalan sejarah, bangunan, kuliner, serta kehidupan sosial dan budaya masyarakatnya. Wilayah ini memiliki berbagai potensi daerah yang menjadi daya tariknya. Potensi Kampoeng Kayutangan dapat dipetakan dalam lima kategori: wisata bangunan bersejarah dan tua, tempat ibadah, kuliner dan kegiatan komersial, penjelajahan sungai, serta acara dan kegiatan. Sumber website Kajoetangan

Wisata kemana lagi nanti……?